KEGAWATDARURATAN KEHAMILAN LANJUT
KEGAWATDARURATAN
KEHAMILAN
LANJUT
dengan
KASUS OLIGOHIDRAMNION
Disusun
Oleh:
Linanda
Nurvitasari
15.401.16.012
AKADEMI KESEHATAN RUSTIDA
PRODI DIII KEBIDANAN
GLENMORE – BANYUWANGI
2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat tersusun sampai
selesai. Tidak lupa saya ucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing yang sudah
dengan sabar mengantarkan saya hingga dapat menyelesaikan makalah tentang
kelainan ketuban “Oligohidramnion”.
Dan harapan semoga
makalah ini dapat menambah pengetahuan dan penmalaman bagi para pembaca , untuk
kedepannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah ini agar
menjadi lebih baik.
Banyuwangi,
8 Maret 2018
DAFTAR ISI
BAB 1
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Amnion
manusia terdiri dari lima lapisan yang berbeda. Lapisan ini tidak mengandung
pembuluh darah maupun saraf, sehingga nutrisi disuplai melalui cairan amnion.
Lapisan paling dalam dan terdekat pada fetus ialah apithelium amniotic. Epitel amniotic
ini mensekresikan kolagen tipe III dan IV dan glikoprotein non kolagen
(laminin, nidogen, dan fibronectin) dari
membrane basalis, lapisan amnion disebelahnya.
Oligohidramnion
mengacu pada defisiensi besar volume cairan amnion. Berkurangnya volume cairan
amnion dapat menimbulkan hipoksia janin sebagai akibat dari kompresi tali pusat
karena gerakan janin atau kontraksi uterus. Selain itu, lintasan meconium janin
kedalam volume cairan amnion yang tereduksi menghasilkan suatu suspense tebal
dan penuh pertikel yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan janin.
Oligrohidamnion
perlu digolongkan sesuai etiologinya. Oligohidramnion berhubungan dengan
keterbelakangan pertumbuhan dalam Rahim dan pada 60 % kasus, bila dihubungkan
dengan bukti ultrasonic keterbelakangan pertumbuhan asimetrik, gangguan janin
sangat mungkin terjadi, kasus-kasus itu yang diakibatkan oleh rupture membrane
janin yang spontan mungkin tidak berhubungan dengan gangguan janin sebelumnya.
Oligohidramnion mungkin terjadi sebagai akibat tekanan janin in utero, sekresi
hormone penekan janin ( katekolamin, vasopressin) dapat menghambat resopsi
cairan paru-paru lewat penelanan oleh janin. Akhirnya, terdapat kasus yang
berhubungan dengan berbagai jenis cacat janin, misalnya sindroma Potter ( agenesis
ginjal, yang butuh pemeriksaaan ultrasonic dan genetic secara rinci.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah
pengertian dari oligohidramnion?
2. Bagaimanakah
prognosis dari oligohidramnion?
3. Bagaimanakah
etiologi dari oligohidramnion?
4. Bagaimanakah
diagnosis dari oligohidramnion?
5. Bagaimanakah
gambaran klinis dari oligohidramnion?
6. Bagaimanakah
penatalaksanaan pada oligohidramnion?
7. Bagaimanakah
intervensi keperawatan dari oligohidramnion?
8. Bagaimanakah
komplikasi dari oligohidramnion?
C. Tujuan
1.
Tujuan
Umum
Mahasiswa mampu mengerti
serta memahami dari asuhan kehamilan lanjut dengan kasus oligohidramnionl
2.
Tujuan
Khusus
a. Agar
Mahasiswa dapat mengerti tentang pengertian dari oligohidramnion
b. Agar
Mahasiswa dapat mengerti tentang pronosis dari oligohidramnion
c. Agar
Mahasiswa dapat mengerti tentang etiologi oligohidramnion
d. Agar
Mahasiswa dapat mengerti tentang diagnosis dari oligohidramnion
e. Agar
Mahasiswa dapat mengerti tentang gambaran klinis oligohidramnion
f.
Agar Mahasiswa dapat
mengerti tentang penatalaksanaan dari poligohidramnion
g. Agar
Mahasiswa dapat mengerti tentang intervensi dari poligohidramnion
h. Agar
Mahasiswa dapat mengerti tentang komplikasi dari oligohiramnion
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Oligohidramnion
Marks
dan Divon (1992) mendefinisikan oligohidranion bila pada pmeriksaan
USG sitemukan bahwa
indeks kantong amnion 5 cm atau kurang dan insiden oligohidramnion 12% dari 511
kehamilan pada usia kehamilan 41 minggu. Oligohidramnion adalah suatu keadaan
dimana air ketuban kurang dari normal, yaitu kurang dari 500 cc ( manuaba
2007), atau juga didefinisikan dengan indeks cairan amnion 5 cm atau kurang
dari 12% dari 511 kehamilan dengan usia kehamilan 41 minggu atau lebih ( Dexa
Media no. 3 2007)
Oligohidramnion adalah volume cairan amnion yang sangat banyak
(secara khas jumlahnya kurang dari 500 ml pada aterm) dan cairan ini juga
menjadi sangat pekat. Oligohidramnion dapat menyebabkan partus lama, gangguan
persalinan yang biasanya dimulai sebelum kehamilan aterm.
(Anita Lockhart,2014;
256)
Menurut Ai Yeyeh Rukiyah 2010, oligohidramnion adalah suatu
keadaan dimana air ketuban sangat sedikit yakni kurang dari normal, yaitu
kurang dari 500 cc. insidensi 5-8 % dari seluruh kehamilan. (Ai Yeyeh Rukiyah,
2010; 232)
B.
Prognosis
Hasil
yang buruk akan dijumpai pada fase dengan riwayat oligohidramnion onset dini.
Shenker dkk, (1991) menjabarkan dari 80 kehamilan dan hanya setengah dari
jumlah fetus tersebut yang dapat bertahan hidup. Mercer dan Brown (1986)
menjelaskan 34 kehamilan trimester pertengahan terkompilkasi dengan
oligohidramnion yang didiagnosis dengan USG dengan tidak adanya kantong cairan
amnionyang lebih besar dari 1 cm. Sembilan fetus (seperempat) mengalami
kelainan, dan 10 dari 25 fetus yang secra fenotip normal mengalami abortus
spontaneous atau lahir mati karena hipertensi berat yang dialami ibunya,
hambatan pertumbuhan fetus, atau abruption plasenta. Dari 14 bayi yang lahir
hidup, 8 adalah preterm dan 7 meninggal.
Enam bayi yang dilahirkan aterm juga mengalami hal yang sama. Garmel dkk.
(1997) mengamati pertumbuhan fetus berkaitan dengan oligohidramnion yang telah
ada sebelumnya sampai usia 37 minggu, dimana fetus akan mengalami peningkatan 3
kali lipat untuk lahir preterm namun tidak mengalami hambatan pertumbuhan
selanjutnya atau kematian, Newhould dkk. (1994) menjelaskan penemuan otopsi
pada 89 bayi dengan oligohidramnion atau potter syndrome. Hanya 3% mengalami
bilateral cystic dsplasia; 9% dengan agenesis unilateral dengan dysclapsia; dan
10% dengan kelainan minorurynary. Sebaliknya bayi normal kemungkinan akan
mengalami akibat kurangnya cairan amnion onset dini yang berat. Perlekatan
antara amnion akan menjebak bagian fetus dan menyebabkan deformitas yang
serius, termasuk amputasi. Lebih daripada itu, akan terjadi penekanan dari
semua arah, deformitas musculoskeletal seperi clubfood sangat sering di jumpai.
C.
Etiologi
Kemungkinan
karena amnion kurang baik tumbuhnya dan secara sekunder karena KPSW (Premature
Rupture Of The Membrane= PROM). (Ai Yeyeh Rukiyah, 2010; 232)
Kemungkinan
oligohidramnion terjadi karena ada kaitannya dengan renal agenosis janin,
selain itu bias saja dikarenakan amnion kurang baik pertumbuhannya atau akbat
ketuban pecah dini.
Oligohidramnion
menyebabkan bayi tidak memiliki bantalanterhadap dinding Rahim. Anggota gerak
tubuh menjdai abnormal atau mengalami kontraktur dan terpaku pada posisi
abnormal disebabkan karena ruang di dalam Rahim sempit. Oligohidramnion juga
menyebabkan terhentinya perkembangan paru-paru (paru-paru hipoplasitik)
sehingga saat lahir paru-paru tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Suatu
keadaan yang khas yang terjadi pada bayi yang baru lahir , dimana cairan
ketubannya sangat sedikit. Kemungkinan lain penyebab oligohidramnion yaitu :
1. Hambatan
pertumbuhan janin dalam Rahim
2. Kehamilan
posterm
3. Premature
ROM (rupture of amniotic membranes)
4. Pecahnya
ketuban
5. Dehidrasi
6. Preeklamsia
D.
Diagnosis
Oligohidramnion
harus dicurigai jika tinggi fundus uteri lebih rendah secara bermakna
dibandingkan yang diharapkan pada usia gestasi tersebut. Penyebab
oligohidramnion adalah absorbs atau kehillangan cairan yang meningkat ketuban
pecah dini, menyebabkan 50% kasus oligohidramnion; penurunan produksi cairan
amnion yakni kelainan ginjal kongenital akan menurunkan keluaran ginjal janin
obstruksi pintu keluar kandung kemih atau uretra akan menurunkan keluaran urin
dengan cara yang sama.
E.
Gambaran
Klinis
Pada
ibu yang mengalami oligohidramnion akan tampak uterus lebih kecil dari usia
kehamilan dan tidak ada balletment, ibu merasa nyeri perut pada setiap
pergerakan anak. Sering berakhir dengan pasrtus prematurus, bunyi jantung anak
sudah terdengar mulai bulan ke 5 dan terdengar lebih jelas, persalinan lebih
lama dari biasanya, sewaktu his akan sakit sekali, bila ketuban pecah, air
ketuban sedikit sekali bahakan tidak ada yang keluar.
(Ai Yeyeh
Rukiyah,2010;232 & 233)
Gambaran klinis dari
oligohidramnion yaitu:
a. Perut ibu kelihatan kurang membuncit
b. Persalinan
lebih lama dari biasanya
c. Sewaktu
his akan terasa sakit sekali
d. Bila
terjadi pada pemulaan kehamilan janin akan menderita cacat bawaan, pertumbuhan
terhambat; bila terjadi pada kehamilan lanjut dapat terjadi cacat bawaan, kulit
jadi tebal dan kering. ( Esti Nugraheny 2010;81)
F.
Penatalaksanaan
Penatalaksanaan
pada ibu adalah : tirahbaring , hidrasi dengan kecukupan cairan, perbaikan
nutrisi, pemantaan kesejahteraan janin (hitung pergerakan janin NST, Bpp),
pemeriksaan USG yang umum dari cairan amnion, pemberian infus amnion. (Ai Yeyeh
Rukiyah,2010;.233)
Berikut penatalaksanaan
pada oligohidramnion :
1. Memantau
status maternal dan fetal dengan ketat
a. Memantau
tanda vital dan pola denyut jantung janin
b. Memantau
pola berat badan ibu dan segera memberitahu dokter atau bidan jika terjadi
penurunan berat badan
2. Memberikan
dukungan emosional sebelum, selama, dan sesudah pemeriksaan ultrasonografi
(USG)
3. Membantu
orang tua dalam tindakan coping jika terdapat suspek anomaly janin
4. Memberitahukan
kepada ibu tetang tanda dan gejalan persalinan termasuk tanda bahaya yang dapat
terjadi
5. Menguatkan
kembali perlunya supervisi yang ketat dan tindak lanjut
6. Membantu
amnioinfusion jika ada indikasi :
a. Menganjurkan
kepada pasien agar berbaring miring pada sisi kiri tubuhnya untuk mencegah
tekanan vena kava
b. Memastikan
bahwa cairan yang akan diinfuskan itu dalam keadaan hangat sesuai dengan suhu
tubuh pasien untuk mencegah gejala menggigil pada ibu dan janin
c. Terus
menerus memantau tanda vital maternal dan frekuensi DJJ selama pelaksanaan
prosedur
d. Mencatat
perkembangan setiap kontraksi uterus,memberitahukan kepada dokter atau bidan,
dan melanjutkan monitoring dengan ketat
e. Mempertahankan
teknik sterilitas yang ketat selama pelaksanaan prosedur
G.
Komplikasi
Oligohidramnion dapat
menyebabka partus lama, gangguan persalinan yang biasanya dimulai sebelum
kehamilan aterm, serta menempatkan janin dalam resiko untuk mengalami berbagai
keadaan seperti :
a.
Anomali renal
b.
Hipoplasia pulmonal
c.
Kulit yang keriput dan
seperti produk olahan kulit hewan
d.
Peningkatan deformitas
skeleton
e.
Hipoksia janin
BAB
III
PENUTUPAN
A.
Kesimpulan
Oligohidramnion
merupakan suatu kelainan pada cairan ketuban yang memiiki karakteristik seperti
berkurangnya volume cairan amnion, volume cairan amnion kurang dari 500 ml pada
usia kehamilann 32-36 minggu. Dapat dilihat bahwa ibu hamil dengan kasus
oligohidramnion biasanya memiliki gejala seperti nyeri saat his, perut ibu akan
tampak kecil, dan bayi lahir dengan partus prematurus. Penangan oligohidramnion
ini dapat dilakukan dengan cara , tirahbaring , hidrasi dengan kecukupan
cairan, perbaikan nutrisi, pemantaan kesejahteraan janin (hitung pergerakan
janin NST, Bpp), pemeriksaan USG yang umum dari cairan amnion, pemberian infus
amnion.
B.
Saran
Dalam
pembuatan makalah ini tentunya tidak lepas dari kesalahan dengan begitusaya
berharap pembaca dapat memaklumi dan menjadi penambah wawasan bagi pembaca.
DAFTAR
PUSTAKA
Lockhart Anita dan Lyndon Saputra.
2014. Asuhan Kehamilan Fisiologis dan
Patologis.Tangerang
Selatan:BINAPURA AKSARA
Nugraheny Esti. 2010.Asuhan Kebidanan
Patologi.Bangunharjo: Pustaka Rihama
Rukiyah Ai Yeyeh dan Lia
Yulianti.2010. Asuhan Kebidanan 4 (Patologi).
Jakarta:Trans Info
Media
link file pdf https://goo.gl/fUKmNr
Komentar
Posting Komentar